Asian Human Rights Commission - Indonesia - [Indonesian Site] [ Bahasa | English ]
| Home | AHRC Indonesia Website | Berlangganan | Berlangganan MN | Archive | AHRC Site
Search this section:
Printer Friendly Version
Statements / Pernyataan
 

[AHRC Forwarded Statement] INDONESIA: Membongkar Kebisuan Penyiksaan

[AHRC Forwarded Statement] INDONESIA: Pasca Sidang CAT: Mencerdaskan Pemerintah adalah Prioritas Utama

[AHRC Forwarded Statement] Mengukur Itikad Baik Pemerintah Dalam Bidang Hak Asasi Manusia

Perbaikan terhadap gerakan bantuan hukum - sebuah pendekatan baru didalam pendampingan korban

INDONESIA: Akankah kematian Munir menerangi sistem peradilan Indonesia?

[ALRC Statement] INDONESIA: Memberlakukan standar ganda: mengundang Pelapor Khusus, dan juga mendorong penyiksaan

INDONESIA: Mahkamah Konstitusi gagal dalam mencatat sebuah sejarah dalam gerakan HAM Indonesia

INDONESIA: Mendesak Komnas HAM untuk mengakhiri impunitas atas pembantaian massal yang terjadi di masa lalu

[AHRC Open Letter] MYANMAR/BURMA: Negara tetangga Myanmar jugalah yang akan mendapatkan keuntungan dari transformasi politik di Myanmar

INDONESIA: RUU KUHP sekali lagi tertunda, keadilan pun tertunda

INDONESIA: Munir, tiga tahun berjalan dan tidak ada keadilan: sistem peradilan Indonesia tetap didakwa bersalah

INDONESIA: Kesadaran Macam Apa Yang Indonesia Inginkan?

INDONESIA: Impunitas berkuasa, menandai kemerdekaan negara yang ke-62

INDONESIA: Sebuah tinjauan kritis mengenai Undang-Undang Perlindungan Saksi dan Korban

INDONESIA: APAKAH ANDA YAKIN PEMERINTAH INDONESIA PAHAM ARTI PENYIKSAAN?

INDONESIA: Apakah Polisi Indonesia Adalah Penjahat yang Berseragam?

INDONESIA: Bukan penolakan tetapi pengkhianatan

INDONESIA: Bukan "PENGANIAYAAN MENYEBABKAN KEMATIAN" tetapi "PENYIKSAAN HINGGA MATI"

INDONESIA: Sebuah daftar harapan untuk Jaksa Agung yang baru

INDONESIA: Kemenangan gugatan kasus Munir tidak banyak berarti karena lambannya proses investigasi

INDONESIA: Masyarakat Indonesia layak mendapatkan mekanisme yang transparan, efektif, dan mudah diakses untuk menyelesaikan tindak penghilangan secara paksa yang terjadi pada masa lampau dan yang akan datang

[Forwarded Statement by the AHRC] INDONESIA: SIARAN PERS BERSAMA Tentang POLEMIK PENYELESAIAN KASUS PELANGGARAN HAM

INDONESIA: Penolakan untuk bekerja sama dengan mekanisme HAM PBB dalam investigasi kematian Munir

INDONESIA: Institusi negara yang cacat gagal mengungkap pembunuh Munir

INDONESIA: Mahkamah Agung Harus Membuat Pedoman yang Jelas Mengenai Peninjauan Kembali Hukuman Mati

ASIA : Tiga figur luar biasa istri pembela HAM secara bersamaan dinominasikan untuk Gwangju Prize for Human Rights tahun 2006

INDONESIA : Ratifikasi instrumen utama hak asasi manusia harus ditindaklanjuti dengan reformasi hukum.

ASIA : Absennya aturan hukum dan aktualisasi/ hak asasi manusia : Sebuah pertentangan yang harus dipecahkan

Asia : Peluncuran diskusi mengenai naskah Piagam Asia tentang Aturan Hukum (Asian Charter on the Rule of Law)

INDONESIA : Surat Terbuka kepada Komisioner Komisi Tinggi HAM PBB dalam rangka Hari HAM Internasional 2005

Rehabilitasi dan ganti rugi untuk korban pembantaian massal penting untuk peringatan dalam arti yang sesungguhnya

Asian Human Rights Commission
For any suggestions, please email to support@ahrchk.net.

3 users online
2364 visits
2616 hits