INDONESIA: Lambannya reformasi guna mengakhiri penyiksaan merupakan pelanggaran terhadap hukum internasional
ASIA: AHRC menyerukan bulan pencarian cara untuk menghapus penyiksaan mulai dari 26 Mei hingga 26 Juni
INDONESIA: Tindakan berlebihan kepolisian atas nama perang terhadap terorisme – tersangka tak bersenjata tewas ditembak
INDONESIA: Memelihara Impunitas -- Presiden mempromosikan Penjahat HAM sebagai Wakil Menteri Pertahanan
INDONESIA: Sensor buku, film, dan penggunaan internet menghalangi diskusi mengenai impunitas
INDONESIA: Sidik kasus pembunuhan oleh polisi di Aceh!
INDONESIA: Kebebasan beragama tidak dilindungi
INDONESIA: Inefektivitas perlindungan saksi dan korban
[AHRC Joint Statement] INDONESIA: No prosecution 21 years after Talangsari incident
INDONESIA: Laporan Tahunan AHRC menyoroti kekerasan yang masih terus berlangsung oleh aparat keamanan
INDONESIA: 5 tahun setelah Pembunuhan Munir pertahanan imunitas militer
INDONESIA: Regulasi Kepolisian yang Baru Namun Tetap Tanpa Kriminalisasi Penyiksaan
INDONESIA: Democracy Semu
INDONESIA: Pelanggaran HAM masih terus berlangsung setelah 10 tahun reformasi
INDONESIA: Independence Day eclipsed by the ongoing struggle for justice for Munir
[AHRC Joint Statement] INDONESIA: Failure to acknowledge the essence of right to life resulting in more people being executed
[AHRC Forwarded Statement] INDONESIA: Membongkar Kebisuan Penyiksaan
[AHRC Forwarded Statement] INDONESIA: Pasca Sidang CAT: Mencerdaskan Pemerintah adalah Prioritas Utama
[AHRC Forwarded Statement] Mengukur Itikad Baik Pemerintah Dalam Bidang Hak Asasi Manusia
Perbaikan terhadap gerakan bantuan hukum - sebuah pendekatan baru didalam pendampingan korban
INDONESIA: Akankah kematian Munir menerangi sistem peradilan Indonesia?
[ALRC Statement] INDONESIA: Memberlakukan standar ganda: mengundang Pelapor Khusus, dan juga mendorong penyiksaan
INDONESIA: Mahkamah Konstitusi gagal dalam mencatat sebuah sejarah dalam gerakan HAM Indonesia
INDONESIA: Mendesak Komnas HAM untuk mengakhiri impunitas atas pembantaian massal yang terjadi di masa lalu
[AHRC Open Letter] MYANMAR/BURMA: Negara tetangga Myanmar jugalah yang akan mendapatkan keuntungan dari transformasi politik di Myanmar
INDONESIA: RUU KUHP sekali lagi tertunda, keadilan pun tertunda
INDONESIA: Munir, tiga tahun berjalan dan tidak ada keadilan: sistem peradilan Indonesia tetap didakwa bersalah
INDONESIA: Kesadaran Macam Apa Yang Indonesia Inginkan?
INDONESIA: Impunitas berkuasa, menandai kemerdekaan negara yang ke-62
INDONESIA: Sebuah tinjauan kritis mengenai Undang-Undang Perlindungan Saksi dan Korban
INDONESIA: APAKAH ANDA YAKIN PEMERINTAH INDONESIA PAHAM ARTI PENYIKSAAN?
INDONESIA: Apakah Polisi Indonesia Adalah Penjahat yang Berseragam?
INDONESIA: Bukan penolakan tetapi pengkhianatan
INDONESIA: Bukan "PENGANIAYAAN MENYEBABKAN KEMATIAN" tetapi "PENYIKSAAN HINGGA MATI"
INDONESIA: Sebuah daftar harapan untuk Jaksa Agung yang baru
INDONESIA: Kemenangan gugatan kasus Munir tidak banyak berarti karena lambannya proses investigasi
INDONESIA: Masyarakat Indonesia layak mendapatkan mekanisme yang transparan, efektif, dan mudah diakses untuk menyelesaikan tindak penghilangan secara paksa yang terjadi pada masa lampau dan yang akan datang
[Forwarded Statement by the AHRC] INDONESIA: SIARAN PERS BERSAMA Tentang POLEMIK PENYELESAIAN KASUS PELANGGARAN HAM
INDONESIA: Penolakan untuk bekerja sama dengan mekanisme HAM PBB dalam investigasi kematian Munir
INDONESIA: Institusi negara yang cacat gagal mengungkap pembunuh Munir
INDONESIA: Mahkamah Agung Harus Membuat Pedoman yang Jelas Mengenai Peninjauan Kembali Hukuman Mati
ASIA : Tiga figur luar biasa istri pembela HAM secara bersamaan dinominasikan untuk Gwangju Prize for Human Rights tahun 2006
INDONESIA : Ratifikasi instrumen utama hak asasi manusia harus ditindaklanjuti dengan reformasi hukum.
ASIA : Absennya aturan hukum dan aktualisasi/ hak asasi manusia : Sebuah pertentangan yang harus dipecahkan
Asia : Peluncuran diskusi mengenai naskah Piagam Asia tentang Aturan Hukum (Asian Charter on the Rule of Law)
INDONESIA : Surat Terbuka kepada Komisioner Komisi Tinggi HAM PBB dalam rangka Hari HAM Internasional 2005
Rehabilitasi dan ganti rugi untuk korban pembantaian massal penting untuk peringatan dalam arti yang sesungguhnya
4 users online6283 visits7905 hits