Asian Human Rights Commission - Indonesia - [Indonesian Site] [ Bahasa | English ]
| Home | AHRC Indonesia Website | Berlangganan | Berlangganan MN | Archive | AHRC Site
Search this section:
Printer Friendly Version
INDONESIA : Penangkapan dan penahanan sewenang-wenang  terhadap pemimpin kelompok agama minoritas bernama Komunitas Eden

INDONESIA: Penangkapan dan penahanan sewenang-wenang  terhadap pemimpin kelompok agama minoritas bernama Komunitas  Eden


SERUAN MENDESAK SERUAN MENDESAK SERUAN MENDESAK

ASIAN HUMAN RIGHTS COMMISSION – PROGRAM SERUAN MENDESAK

Seruan Mendesak

18 Januari 2006

-------------------------------------------------------------------------------------
UA-024-2006: INDONESIA Penangkapan dan penahanan sewenang-wenang  terhadap pemimpin kelompok agama minoritas bernama Komunitas  Eden

INDONESIA: Penangkapan dan penahanan sewenang-wenang; kebebasan beragama; aturan hukum
---------------------------------------------------------------------------------------

Kepada kawan-kawan,

Asian Human Rights Commission (AHRC) telah menerima informasi bahwa Ibu Lia Aminuddin, pemimpin komunitas religius bernama Komunitas Eden, yang terletak di Jl. Mahoni, Senen,  Jakarta Pusat, telah ditangkap secara sewenang-wenang bersama 47 anggota oleh aparat kepolisian Polsek Senen pada 28 Desember 2005. Sementara semua anggota lainnya dilepaskan setelah 2 hari, Lia masih ditahan secara sewenang-wenang di Mapolda Metrojaya, kata Kapolsek.

Menurut informasi yang kami terima, aparat polisi pertama menangkap anggota Komunitas Eden, termasuk Lia  dalam penjagaannya, menyatakan bahwa mereka memberikan keamanan bagi mereka setelah kejadian di mana sekelompok umat Muslim mencoba membakar gedung Eden. Dilaporkan tidak ada surat penahanan diajukan oleh polisi saat itu. Namun demikian, Lia di hari berikutnya (29 Desember) dituduh atas penodaan agama  oleh polisi. Aparat polisi juga melarang semua kegiatan religius Komunitas Eden. Sementara itu, tidak ada investigasi dilakukan oleh polisi atas upaya pembakaran bangunan Eden.

AHRC sangat prihatin atas meningkatnya serangan dan permusuhan terhadap kelompok agama minoritas di Indonesia di beberapa tahun terakhir ini. Sebagai contoh, paling tidak 35 gereja di Bandung dan daerah sekitarnya ditutup oleh kelompok Islam tahun lalu. AHRC juga melaporkan serangan dan intimidasi yang terus terjadi atas minoritas agama Islam, Ahmadiyah (lihat: UA-193-2005)

Kami meminta intervensi mendesak Anda soal ini. Tolong kirim surat ke pejabat terkait Indonesia dan desak mereka untuk melepaskan Lia secepatnya. Tolong juga desak mereka untuk mengambil langkah terhadap aparat yang bertanggung jawab terhadap penangkapan dan penahanan semena-mena atas Lia Eden dan melakukan  penyelidikan yang memadai atas upaya pembakaran gedung Eden. Langkah baru juga harus diambil  untuk mencegah kekerasan terhadap agama minoritas di negeri ini dan menjamin kebebasan beragama.

Program Seruan Mendesak
Asian Human Rights Commission
-----------------------------------------------------------------

INFORMASI  RINCI:

Nama korban            : Ibu Lia Aminuddin, pemimpin komunitas religius bernama Komunitas Eden
Alamat korban          : Kerajaan Tuhan Eden, Jl. Mahoni No. 30, Senen,    Jakarta Pusat, Indonesia 10460
Pelaku yang diduga     : Aparat kepolisian Polsek Senen, Polda Metrojaya.
Lamanya penangkapan dan penahanan: ditangkap pada 28 Desember 2005 dan terus ditahan  pada Mapolda Metrojaya.


Ibu Lia Aminuddin adalah pemimpin sebuah komunitas religius bernama Komunitas Eden, yang merupakan agama minoritas di Indonesia. Komunitas Eden dikenal  menjalankan kepercayaannya dengan cara-cara damai. Meski demikian, komunitas ini dilarang oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI), yang merupakan organisasi Ulama Islam formal di Indonesia, yang terdiri dari banyak organisasi Islam. Sejak 1997 (Fatwa No: Kep-768/MUI/XII/1997,  22 Desember 1997) komunitas ini mengalami diskriminasi agama dan permusuhan dari kelompok agama Islam mayoritas.

Pada 26 Desember 2005, sebuah pertemuan diatur oleh para Camat Bungur, Jakarta dan pada pertemuan itu, komunitas Muslim memutuskan untuk mengirim ultimatum 3 hari untuk mengusir  Komunitas Eden yang berlokasi di Jl. Mahoni, Senen, Jakarta Pusat. Setelah  rapat tersebut, bangunan komunitas Eden dua kali dilempari batu oleh sekelompok komunitas Muslim yang menolak Komunitas Eden dan berkumpul di depan komplek bangunan Eden setiap hari.

Pada 28 Desember 2005, mayoritas kerumunan kelompok Muslim berkumpul dan mulai berteriak “Bakar!” dan “Hancurkan!” di depan Komunitas Eden. Mereka kemudian mencoba membakar bangunan. Aparat polisi dari Polda Metro Jaya kemudian tiba di lokasi dan memindahkan seluruh 48 anggota Komunitas Eden, termasuk orang dewasa dan anak-anak,  dari bangunan dan membawa mereka ke Mapolda Metro Jaya seolah-olah  melindungi mereka dari kerumunan yang marah. Tidak ada surat penangkapan ditunjukkan oleh aparat polisi pada saat itu.

Meski demikian, pada malam yang sama, aparat kepolisian menginterogasi setiap anggota Komunitas Eden atas dugaan penodaan agama. Hari berikutnya, para anggota Komunitas Eden dilepaskan. Namun, satu anggota, Ibu Lia Eden, dituduh penodaan agama ditahan. Sementara itu, aparat polisi tidak mengambil langkah baik investigasi atas upaya pembakaran  bangunan Eden maupun menangkap tersangkanya. Lia saat ini ditahan secara sewenang-wenang di Mapolda Metro Jaya.

Setelah penangkapan Lia, Firman Gani, Kapolda Metro Jaya,  memberi keterangan ke media bahwa Komunitas Eden telah di bawah pengawasan polisi untuk beberapa waktu sebelum polisi mengintervensi dan menangkap anggota-anggotanya.  Aparat polisi juga melarang anggota Eden untuk bertahan di bangunan komunitasnya dan melarang seluruh praktek keagamaannya. Telah dilaporkan bahwa Lia dapat memperoleh penasehat hukum, meskipun, rincian  kondisinya masih  tidak diketahui.

Anjuran Tindakan:

Tolong tulis surat kepada orang di bawah ini, meminta pembebasan LiaAminuddin  secepatnya. Sebuah investigasi yang layak atas upaya pembakaran bangunan Komunitas Eden pada 28 Desember 2005 dan menangkap mereka yang  bertanggung jawab.


Contoh Surat:

Kepada: _______________,


INDONESIA: Penangkapan dan penahanan sewenang-wenang  terhadap pemimpin kelompok agama minoritas bernama Komunitas  Eden

Nama korban              : Ibu Lia Aminuddin, pemimpin komunitas religius bernama Komunitas Eden
Alamat korban             : Kerajaan Tuhan Eden, Jl. Mahoni No. 30, Senen,    Jakarta Pusat, Indonesia 10460
Pelaku yang diduga       : Aparat kepolisian Polsek Senen, Polda Metrojaya.

Lamanya penangkapan dan penahanan: ditangkap pada 28 Desember 2005 dan terus ditahan  pada Mapolda Metrojaya.

Saya merasa terganggu mendengar kejadian lain tentang penekanan atas kebebasan beragama di Indonesia.

Menurut informasi yang Saya terima, Ibu Lia Aminuddin, pemimpin sebuah komunitas keagamaan bernama Komunitas Eden, yang terletak di J. Mahoni, Senen, Jakarta Pusat, Indonesia telah ditangkap semena-mena oleh aparat polisi dari Polda Metro Jaya pada 28 Desember 2005. Saya juga tahu bahwa Lia masih ditahan secara semena-mena. aparat polisi pertama  mengambil anggota Komunitas Eden, termasuk Lia  dalam penjagaannya, menyatakan bahwa mereka memberikan keamanan bagi mereka setelah kejadian di mana sekelompok umat Muslim mencoba membakar gedung Eden. Tidak ada surat penangkapan ditunjukkan oleh aparat polisi pada saat itu. Sementara para anggota Komunitas Eden dilepaskan, Lia dituduh melakukan penodaan agama dan segera ditahan. Saya juga mendapat informasi bahwa  Komunitas Eden dipaksa untuk meninggalkan praktek keagamaannya oleh aparat polisi.

Saya sangat prihatin oleh kekerasan terus menerus terhadap agama minoritas di Indonesia, yang  disokong oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI), yang mana merupakan organisasi Ulama Islam formal di Indonesia, yang terdiri dari banyak  organisasi Islam.  Sebagai  contoh, paling tidak 35 gereja di Bandung dan daerah sekitarnya ditutup oleh kelompok Islam tahun lalu. Kasus Komunitas Eden, bisa muncul  karena lagi-lagi terjadi  diskriminasi dan kekerasan terhadap agama minoritas di Indonesia.

Karena itu Saya sangat mendesak Anda untuk melakukan sesuatu atas masalah ini. Tolong ambil langkah-langkah untuk menjamin pembebasan Lia Aminuddin secepatnya dan melakukan tindakan disipliner atau tindakan hukum terhadap aparat polisi yang bertanggung jawab  atas penangkapan dan penahanan semena-mena. Saya juga mendesak Anda untuk memerintahkan polisi untuk menginvestigasi upaya pembakaran bangunan Eden oleh sekelompok Muslim dan menangkap diduga sebagai pelaku secepatnya. Saya lebih lanjut meminta Anda untuk mengambil tindakan yang cukup untuk membantu keberlangsungan praktek keagamaan Komunitas Eden dan mengambil langkah baru untuk melindungi agama minoritas di negeri ini dan memajukan kebebasan beragama.

Salam,


…………………………..


KIRIM SURAT KEPADA:


1. Bp. Susilo Bambang Yudhoyono
Presiden Republik  Indonesia
Istana Negara
Jl. Medan Merdeka Utara
Jakarta Pusat 10010
INDONESIA
Tel: + 62 21 3845627 ext 1003
Fax: + 62 21 3457782
Email: presiden@ri.go.id

2. Bp. Hamid Awaluddin
Menteri 
Hukum dan Hak Asasi Manusia
Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia
Jl. Rasuna Said Kav. 6-7, Kuningan
Jakarta Selatan
INDONESIA
Fax: + 62 21 5265480 
Email: pp@depkumham.go.id

3. Jend. Sutanto
Kepala Polisi Republik  Indonesia
Mabes Polri
Jl. Trunojoyo No. 3 Kebayoran Baru
Jakarta Selatan
INDONESIA
Tel: + 62 21 7218144
Fax: + 62 21 7207277, 7201402
Email: kapolri@polri.go.id

4. Bp. Abdul Rahman Saleh
Jaksa Agung
Kejaksaan Agung RI
Jl. Sultan Hasanuddin No. 1
Jakarta Selatan
INDONESIA
Tel: + 62 21 7221337, 7397602
Fax: + 62 21 7250213
Email: postmaster@kejaksaan.or.id

5. Bp. Abdul Hakim Garuda Nusantara
Ketua
Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM)
Jl. Latuharhary 4B
Jakarta Pusat 10310
INDONESIA
Tel: + 62 21 3925230
Fax: + 62 21 3925227
Email: info@komnas.go.id

6. Bp.Maftuh Basyuni
Menteri Agama
Departemen Agama RI
Jalan Lapangan Banteng Barat
No. 3 - 4 Jakarta 10710
INDONESIA
Tel: +62 21 3812306, 322697, 361654, 361642
Email : pikda@depag.go.id

7.  Ms. Asma Jahangir
UN Special Rapporteur on Freedom of Religion
c/o Office Of the High Commissioner for Human Rights
United Nations at Geneva
8-14 ave de la Paix
1211 Geneva 10
SWITZERLAND
Fax: (+41 22) 917 9006
E-mail: freedomofreligion@ohchr.org

Terima Kasih.
Program Seruan Mendesak
Asian Human Rights Commission
Posted on 2006-01-18
Back to [2006 Urgent Appeals]

 

Posted on 2006-02-14



remarks:11
Asian Human Rights Commission
For any suggestions, please email to support@ahrchk.net.

1 users online
4992 visits
11174 hits